Cara dan Proses Pengolahan Teh

Cara dan Proses Pengolahan Teh – Secangkir teh merupakan salah satu minuman yang memiliki banyak khasit, namun sebelum teh dapat kita nikmati membutuhkan proses yang panjang mulai dari pemetikan hingga pemeliharaan.

Cara dan Proses Pengolahan Teh

Pada dasarnya setiap jenis teh mempunyai pengolahan yang serupa hanya ada sedikit perbedaan bila ingin membuat rasa atau aroma yang khas. Namun secara umum cara dan proses pengolahan teh adalah sebagai berikut :

Pemetikan

Daun yang dipetik adalah daun muda pada bagian kuncup dengan satu kuntum dan dua pucuk. Proses pemetikan ini dapat dilakukan menggunakan tangan maupun bantuan alat atau mesin. Namun bila ingin memetik daun yang berkualitas biasanya pemetikan dilakukan menggunakan tangan karena bila dilakukan menggunakan mesin maka banyak daun rusak yang mungkin akan terbawa.

Pelayuan

Setelah dipetik daun akan dilayukan untuk meminimalisir terbuangnya air dari daun dan meminimalkan oksidasi yang mungkin akan terjadi. Proses ini dilakukan dengan cara mengangin – anginkan daun untuk mengurangi kelembaban daun. Proses ini biasanya akan menghilangkan hingga seperempat berat dari daun teh tersebut.

Pememaran

Setelah layu maka selanjutnya daun akan dimemarkan lebih dulu. Pememaran ini dapat dilakukan menggunakan bantuan roda penggiling maupun dengan ditaruh pada keranjang kemudian dengan sedikit ditumbuk. Pada pememaran ini justru berfungsi untuk mempercepat proses oksidasi dan menghasilkan sedikit jus yang akan membantu oksidasi guna meningkatkan cita rasa teh yang khas.

Oksidasi

Setelah itu daun teh akan disimpan pada ruangan tertutup agar klorofil pada daun dipecah secara enzimatik dan tanninnya dikeluarkan dan dialih bentukkan, setiap jenis teh mempunyai kebutuhan oksidasi yang berbeda – beda. Sebagai contoh oksidasi untuk teh oolong membutuhkan oksidasi 5 – 40%, sedangkan teh oolong yang lebih cerah 60 – 70%, dan oksidasi 100% digunakan untuk membuat teh hitam. Jadi proses penghilangan warna hijau dilakukan hanya pada pembuatan teh hitam.

Penguningan

Proses ini hanya dilakukan bila ingin membuat teh jenis teh kuning yang dilakukan dengan pemanasan ringan di dalam kontainer mini hingga warnanya berubah menjadi sedikit menguning.

Pembentukan

Pada tahap selanjutnya kemudian teh akan memasuki tahap penggulungan untuk mendapatkan bentuk lajur yang ergonomik, selain bentuk ergonomik lajur teh dapat dibentuk menjadi bentuk lain seperti pola keriting, pelet atau bentuk lain yang diinginkan. Pada proses ini juga akan membuat sari maupun pati teh keluar yang akan membuat rasa maupun aroma yang khas.

Pengeringan

Setelah itu semua kemudian daun teh akan mengalami proses pengeringan untuk mengurangi kadar air di dalam daun teh. Proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan cara mengoseng, menjemur, menghembuskan udara panas, atau memanggang daun teh. Namun cara yang paling sering dilakukan adalah pemanggangan karena lebih efektif dan efisien. Proses pemanggangan juga harus dilakukan dengan hati – hati untuk mencegah pucuk daun terlalu kering atau bahkan hangus.

Pemeliharaan

Proses pengolahan akhir ini tidak dilakukan untuk semua jenis teh melainkan untuk jenis teh yang membutuhkan penyimpanan ekstra, fermentasi tahap kedua, atau pemanggangan guna mendapatkan rasa khas teh yang dinginkan.

Tags: