Sifat Logam Mulia Emas

Sifat Logam Mulia Emas – Seperti yang kita ketahui bahwa emas merupakan logam mulia yang banyak digunakan untuk perhiasan dan investasi, logam emas ini adalah logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa. Tingkat kekerasan emas berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs) yang dapat diukur menggunakan alat ukur kekerasan atau hardness tester.

Sifat Logam Mulia Emas

Berat jenis logam emas tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya, mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Beberapa contoh mineral tersebut adalah kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar dan mineral non logam walaupun dalam jumlah yang kecil.

Mineral pembawa emas juga akan berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur – unsur belerang, antimon dan selenium dimana elektrum ini sebenarnya adalah jenis lain dari emas nativ, hanya saja kandungan perak di dalamnya kurang dari 20%.

Sifat dan kegunaan emas

Dari jaman dahulu hingga sekarang emas memang telah dianggap sebagai barang berharga, berdasarkan peraturan pemerintahan bahan galian emas termasuk golongan logam vital bersama perak dan platina. Dalam keadaan murni, emas merupakan logam yang bersifat lunak dan untuk mengatasi ini maka emas dicampur dengan logam – logam lain.

Unsur seperti tembaga dan perak adalah unsur yang umum ditambahkan ke dalam emas. Warna merah pada emas berarti mengandung tembaga sedangkan emas putih mengandung paladium dan nikel, paduan antara suatu logam dengan unsur logam atau nonlogam ini disebut alloi.

Kemurnian emas sendiri dinyatakan dalam karat, bilangan karat menunjukan bagian emas yang terdapat di dalam paduan logam. Emas 24 karat berarti 100% emas murni tanpa bahan tambahan, sedangkan emas 18 karat berarti di dalam emas tersebut terdapat 18/24 emas murni atau dalam emas tersebut terdapat 75% emas murni dan sisanya adalah bahan tambahan.

Emas yang biasa dijual dipasaran kualitasnya sangat tergantung pada perusahaan yang memproduksinya, terutama untuk emas – emas yang diperoleh dengan cara pelapisan atau yang disebut penyepuhan. Mungkin Anda sering menjumpai cincin atau gelang emas yang kian lama kilaunya memudar, ini merupakan contoh penambahan unsur lain di dalam emas dengan jumlah yang terlalu banyak.

Tags: